Aturan Baru Ramadan di Arab, Restoran Boleh Buka Selama Puasa

Uni Emirat Arab. (AP/Kamran Jebreili)

Bulan Ramadan sebentar lagi akan tiba. Beberapa aturan dikeluarkan negara dengan mayoritas Muslim, tak terkecuali di jazirah Arab yakni Uni Emirat Arab (UEA), untuk mendukung puasa warganya.

Salah satunya adalah mengurangi jam kerja. Dalam pengumuman terbaru, Al-Arabiya dikutip Senin (13/3/2023), para pegawai akan mendapat pengurangan hingga dua jam tanpa dikurangi gaji sedikitpun.

Di UEA, para pekerja biasanya bekerja delapan jam per hari atau 48 jam per minggu. Di Ramadan, mereka akan dikenai enam jam sehari atar 36 jam seminggu.

Bukan hanya itu, waktu sekolah juga akan disesuaikan. Di mana para siswa akan masuk dari jam 8.00 hingga jam 13.00 di hari Senin sampai Kamis sementara jam 8.00 hingga 11.30 di hari Jumat.

“Selain itu, siswa di beberapa sekolah di seluruh negeri mungkin mendapat libur hingga dua minggu selama Ramadhan,” tulis media tersebut.

Namun, khusus restoran, tidak akan ada penutupan yang dilakukan di siang hari. Al-Arabiya melaporkan beberapa mal dan restoran akan tetap buka selama Ramadhan untuk melayani non-Muslim, anak-anak, dan orang tua.

“Namun penting untuk diingat bahwa pendirian ini tetap diharapkan untuk mematuhi aturan dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah UEA selama Ramadhan,” kata pemerintah.

Sebelumnya, Arab Saudi juga membuat aturan Ramadan. Setidaknya ada 10 Saturn dirilis Kementerian Urusan Agama Islam pekan lalu.

Mengutip Middle East Monitor, aturan itu di antaranya melarang imam dan muadzin absen shalat serta larangan shalat tarawih diperpanjang. Lalu membatasi jumlah dan volume suara azan.

Aturan juga melarang masjid mengumpulkan sumbangan keuangan untuk mengatur makan untuk berbuka puasa bagi orang yang berpuasa. Orang tua juga tidak diizinkan membawa anak ke masjid untuk shalat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*