Bill Gates Ramal Pandemi Jauh Lebih Mematikan Setelah Covid

Gaya Blusukan Bill Gates di Wilayah Kumuh (Ist Facebook via DetikInet)

Bill Gates kembali mengunjungi India untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19. Gates diketahui berada di India untuk mengetahui pemulihan negara tersebut setelah pandemi Covid-19.

Dalam kunjungannya ia berbicara tentang pelajaran yang ditimbulkan oleh Covid-19. Selain diagnosis yang lebih cepat dan produksi vaksin, dia mengatakan perlu mengembangkan sistem peringatan dini “secara berkelanjutan” untuk mendeteksi virus baru.

Sebab ia menilai pandemi berikutnya akan datang dengan virus yang lebih mematikan, bahkan bisa membunuh ratusan juta nyawa manusia.

“Pandemi berikutnya bisa jauh lebih fatal. Pandemi [Covid] membunuh lebih dari 20 juta, kebanyakan orang tua. Pandemi yang akan datang bisa membunuh ratusan juta,” kata Gate, dikutip dari Times of India, Senin (6/3/2023).

Namun dilihat dari sisi lain, dia mengatakan infrastruktur medis yang dibuat dalam beberapa tahun terakhir akan bermanfaat jika terjadi krisis lagi dan membuat manusia sudah lebih siap untuk menghadapinya.

Covid-19 selama tiga tahun terakhir juga seharusnya bisa membuat pemerintah lebih siap menghadapi pandemi yang lebih besar lagi ke depannya. Seperti bisa mengeluarkan diagnosa dengan cepat, dan memiliki kejelasan tentang kebijakan yang diambil.

Bicara soal vaksin, ia menilai tingkat cakupan vaksin di India yang dicapai termasuk yang terbaik di dunia.

“Banyak dermawan berkumpul untuk membuat fasilitas perawatan pernapasan, itu cukup mengesankan. Beberapa dari infrastruktur itu akan memiliki nilai, meskipun kita saat ini berada di luar fase akut epidemi itu,” ujar ketua Bill & Melinda Gates Foundation itu,

“Saya masih belum puas secara pribadi bahwa kami siap untuk pandemi berikutnya, kami punya banyak alat untuk menciptakan, kita harus mampu membuat diagnostik lebih cepat, membuat vaksin lebih cepat membuat obat lebih cepat,” imbuh Gates.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*