Detik-detik Pembunuhan Satu Keluarga di Babulu Penajam Paser Utara, Pelaku Rudapaksa Mayat Korban

Pembunuhan satu keluarga di Babulu Laut, Penajam Paser Utara atau PPU menggegerkan publik. Simak kronologinya di sini.

Warga desa Babulu Laut PPU, Kalimantan Timur heboh usai terjadi peristiwa pembunuhan satu keluarga.

Dikutip Kilat.com dari YouTube tvOneNews, korban ditemukan dalam kondisi tewas di tiga ruangan berbeda.

Adapun identitas kelima jenazah korban pembunuhan tersebut, WL (34), SW (34), JR (15), SG (12), dan batita ZA (2,5).

WL Kepala Keluarga tewas dengan luka bacok di sekujur tubuh, korban ditemukan di ruang depan.

Adapun istri WL, SW, anaknya SG (12), dan ZA balita (2,5) ketiganya tewas di dalam kamar belakang.

Sedangkan anak pertama, JS (15) ditemukan meregang nyawa di kamar depan.

Pelaku berinisial J yang berusia 15 tahun diketahui masih tetangga korban yang masih berstatus sebagai pelajar SMK.

Pelaku diduga sempat menjalin asmara dengan JS, tapi tidak direstui ayah korban.

Pengakuan tersangka di hadapan penyidik, aksi pembunuhan dilakukan dalam kondisi mabuk minuman keras.

Polisi pun masih mendalami motif pelaku menghabisi tetangganya itu.

Kapolres Penajam Paser Utara, AKBP Supriyanto menjelaskan kronologi pembunuhan satu keluarga di Babalu ini.

“Pelaku membunuh bapak tetangga, kemudian anak-anaknya teriak, jadi korban,” kata AKBP Supriyanto dikutip Kilat.com dari YouTube tvOneNews, Rabu 7 Februari 2024.

“Korban ada lima orang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, polisi menjelaskan motif pembunuhan satu keluarga di Babulu PPU ini.

Menurut keterangan kepolisian, pembunuhan diduga didasari karena adanya cekcok antar tetangga.

Awalnya hanya cekcok karena perkara kecil, tapi makin menjadi sehingga berujung pembunuhan.

“Diduga karena percekcokan antara tetangga satu dengan sebelahnya,” kata AKBP Supriyanto dikutip dari YouTube NET TV, Rabu, 7 Februari 2024.

Selain karena dugaan masalah asmara, juga disinyalir karena masalah ayam, dan helm.

“Cekcok dari hal-hal kecil seperti permasalahan ayam, masalah terakhir kemarin korban meminjam helm tidak dikembalikan selama tiga hari,” kata Kapolres PPU.

Selain karena sudah emosi, pelaku semakin tidak terkendali karena berada di bawah pengaruh minuman keras.

“Sehingga di malam itu, ditambah dengan mabuk munculah niat membunuh,” ungkap AKBP Supriyanto.

Setelah membunuh, pelaku diduga rudapaksa korban JS yang sudah menjadi mayat.

“Anak tertua atau pacar pelaku dibunuh lalu diperkosa, setelah itu saat mau pergi, Waluyo masih tampak hidup lalu dihabisi lagi,” kata polisi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*