Dirut BPJS: Kami Tidak Punya Utang !

BPJS Kesehatan

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menegaskan bahwa BPJS Kesehatan saat ini tidak memiliki utang pada fasilitas kesehatan manapun.

Oleh karena itu, apabila ada fasilitas kesehatan (faskes) di daerah yang menyatakan bahwa BPJS Kesehatan memiliki utang, mereka diminta untuk memberitahu BPJS Kesehatan agar segera diselesaikan.

“Dan tidak berhenti di situ, kami (BPJS Kesehatan) memikirkan¬†cashflow¬†rumah sakit dan BPJS Kesehatan tidak punya utang ke rumah sakit,” tegasnya dalam acara Universal Health Coverage Award tahun 2023, di Balai Sudirman Jakarta, Selasa (14/3/2023).

“Kalau ada pemda yang BPJS-nya punya utang mohon diberitahu untuk kami selesaikan secepat mungkin,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ali mengatakan bahkan BPJS Kesehatan memberikan uang muka dan untuk menaikkan tarif rumah sakit demi meningkatkan pelayanan kualitas kesehatan di Indonesia.

“Bahkan kami memberikan uang muka, BPJS bersama Kementerian Kesehatan kita sepakat kita naikkan tarif untuk rumah sakit,” ujarnya.

Menurut Ali saat ini ada banyak rumah sakit dan faskes yang berbondong-bondong untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Padahal dulunya, banyak faskes yang enggan melakukan hal tersebut.

“Kami laporkan dulu awal-awal rumah sakit pada enggan bekerjasama, sekarang pada rebutan,” katanya bangga.

Kemudian, Ali melaporkan pada tahun 2022, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.730 fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama dan 2.963 faskes rujukan tingkat lanjutan.

“Sejumlah 23 ribu lebih faskes primer dan sekitar 2.950 lebih faskes lanjutan telah bekerja bersama dengan BPJS kesehatan untuk memastikan perluasan akses kesehatan bagi peserta,” lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*