Geger Kampung WNI di Hutan Malaysia, Seluas 2 Lapangan Bola

Perkampungan ilegal WNI di Negeri Sembilan Malaysia.

Pemukiman warga negara Indonesia (WNI) ilegal kembali ditemukan di Malaysia, akhir pekan kemarin. Pemukiman tersebut berada di dalam hutan yang cukup terisolasi di wilayah Negeri Sembilan, Malaysia.

Letaknya sekitar 25 km dari penemuan kampung serupa di Malaysia, Februari lalu. Diyakini pemukiman seluas dua lapangan sepak bola itu, telah dibangun beberapa tahun.

Dalam laporanĀ The Star Malaysia, dikutip Senin (6/3/2023), ada 32 WNI tanpa dokumen di sana. Ada 16 laki-laki, 15 perempuan dan satu bayi.

“Mereka memilih area tersembunyi untuk menghindari deteksi,” kata Direktur Imigrasi Negara Sembilan, Kennith Tan Ai Kiang

“Kami juga menemukan tenda-tenda didirikan di hutan yang kami yakini memungkinkan mereka untuk bersembunyi,” tambahnya lagi mengatakan ada total 47 WNI di sana.

“Beberapa orang asing mencoba melarikan diri ketika mereka melihat kami tetapi mereka ditangkap,” katanya.

Menurut Tan, informasi awal di data dari laporan masyarakat. Pemukiman itu ditempuh 1 jam berjalan ke hutan di area perbukitan.

“Jika dibangun di atas tanah milik pemerintah, maka kami akan meminta dewan setempat untuk membongkar tempat tinggal di daerah tersebut,” tegas Tan lagi.

Malaysia memiliki Undang-Undang Imigrasi, Undang-Undang Paspor 1966 dan Peraturan Imigrasi 1963 untuk mengatur pelancong asing ke negaranya. Karena tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah, WNI tersebut dikategorikan melakukan pelanggaran.

“Mereka sudah dikirim ke Depo Imigrasi di Lenggeng, sementara kasusnya diusut,” tuturnya lagi.

Sebelumnya 1 Februari, 67 WNI ditemukan juga di Nilai. Ada 11 laki-laki dan perempuan, sementara selebihnya anak-anak.

Pemukiman itu disebut memiliki fasilitas seperti sekolah karena ada silabus pengajaran bahasa Indonesia. Desa ini ditenagai oleh beberapa genset karena terletak di daerah terpencil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*