Habis Gerhana Matahari, Hujan Meteor Lyrid Hiasi Langit RI

Ilustrasi hujan meteor. (Dok: Freepik)

Langit Indonesia dihiasi fenomena alam di pekan ini. Pada Kamis (20/4/2023) terjadi gerhana matahari hibrid yang bisa dilihat hampir di semua wilayah Indonesia.

Kini, langit pada malam hari akan dihiasi fenomena hujan meteor Lyrid. Melansir detik.com Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan puncak hujan meteor Lyrid berlangsung pada 22-23 April 2023.

“Hujan meteor ini dapat disaksikan sejak 22 April pukul 22.30 di arah timur laut, berkulminasi di utara pukul 04.00, dan memudar di arah barat laut seiring terbitnya Matahari,” ujar Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang.

Lebih lanjut, kata Andi, intensitas di Indonesia untuk saat terjadinya puncak hujan meteor Lyrid ini bervariasi, yaitu antara 13-16 meteor per jamnya.

Fenomena ini terjadi setiap tahun ketika Bumi melewati awan debu yang ditinggalkan oleh ekor komet, menurut Business Insider.

Awan debu tersebut kemudian jatuh ke atmosfer, terbakar dan terlihat seperti bintang jatuh. Hujan meteor Lyrid tahun ini pun diperkirakan akan bisa dilihat dengan mata telanjang cukup jelas, sebab bulan sedang redup atau berada pada fase sabit.

Hujan meteor Lyrid pun bisa terjadi sangat intens hingga 100 per jam. Hal tersebut bisa terjadi saat kondisi outburst, yang nampak di Virginia pada 1803, Yunani 1922, Jepang 1945 dan Amerika Serikat 1982, menurut laporan NASA.

Meski demikian, outburst ini sangat sulit diprediksi bisa terjadi atau tidak.a

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*