Kisah Kuburan Misterius di China, Arkeolog Tak Berani Bongkar

XIAN, CHINA - OCTOBER 06: Terracotta Army, a collection of terracotta sculptures depicting the armies of Emperor Qin Shi Huang, the first Emperor of China, on 06 October 2016, in Xian, Shaanxi, China. (Photo by studioEAST/Getty Images)

Di daratan China tengah, ada makam keramat yang membuat arkeolog enggan membongkarnya. Di dalam makam yang tak pernah dibongkar selama lebih dari 2.000 tahun itu, terbaringjenazahkaisar Chinazaman dinasti Qin.

Mengutip laporan LiveScience, makam tersebut menyimpan rahasia kaisar pertama China, Qin Shi Huang,yang meninggal pada 10 September 210 SM setelah menaklukkan enam negara yang bertikai untuk menciptakan negara bersatu pertama di China.

Adapun penemuan makam bermula pada 1974, saat para petani menggali ladang sederhana di provinsi Shaanxi, China. Saat menggali, mereka menemukan pecahan patung manusia yang terbuat dari tanah liat.

Penggalian arkeologi menemukan istana kaisar pertama China yang terkenal dengan ratusan patung prajurit terbuat dari tanah liat dan kuda perang seukuran aslinya. Termasuk juga patung pejabat terhormat dan hewan lainnya.

Tampaknya, patung tentara ini dibuat untuk menjaga makam Qin Shi Huang, penguasa dinasti Qin yang memerintah dari tahun 221 hingga 210 SM.

Mengutip IFL Science, meski sebagian besar pekuburan kuno yang mengelilingi mausoleum telah dieksplorasi, makam kaisar sendiri tidak pernah dibuka walau ada banyak misteri yang mengelilinginya. Tidak pernah ada orang yang mengintip ke dalam makam ini selama lebih dari 2.000 tahun, ketika kaisar yang ditakuti terkubur di dalamnya.

Alasan utama di balik ketakutan ini adalah karena para arkeolog khawatir tentang bagaimana penggalian bisa merusak makam sehingga kehilangan informasi sejarah yang penting. Saat ini, hanya teknik arkeologi invasif yang dapat digunakan untuk memasuki makam. Teknik tersebut berisiko tinggi menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

Parit merkuri juga menjadi alasan lain mengapa para arkeolog enggan menjelajahi makam itu. Hal itu kemungkinan besar akan sangat berbahaya, menurut sampel tanah di sekitar makam, yang menunjukkan tingkat kontaminasi merkuri yang sangat tinggi.

Naskah kuno mengatakan kaisar menciptakan seluruh kerajaan dan istana bawah tanah, lengkap dengan langit-langit yang meniru langit malam, dengan mutiara sebagai bintang.

Menurut para arkeolog, istana sang kaisar terkubur sekitar 690 meter dari permukaan tanah dengan luas lebar area sebesar 250 meter. Diperkirakan, ini adalah kompleks istana terbesar yang pernah ditemukan. Area kompleks kaisar ini diperkirakan sebesar 56 kilometer persegi.

Di samping itu, sebuah catatan yang ditulis oleh sejarawan TiongkokKuno Sima Qian sekitar 100 tahun setelah kematian Qin Shi Huang menyebut di makam tersebut terhubung dengan jebakan yang dirancang untuk membunuh setiap penyusup.

“Istana dan menara indah untuk seratus pejabat dibangun, dan makam itu dipenuhi dengan artefak langka dan harta karun yang luar biasa. Pengrajin diperintahkan untuk membuat busur dan anak panah yang disiapkan untuk menembak siapa saja yang memasuki makam. Merkurius digunakan untuk mensimulasikan seratus sungai, Yangtze dan Sungai Kuning, dan laut besar, dan diatur untuk mengalir secara mekanis,” paparnya.

Untuk saat ini, makam Qin Shi Huang tetap utuh dan tidak terlihat. Namun, jika waktunya tepat, mungkin saja kemajuan ilmu pengetahuan akhirnya bisa menggali rahasia yang telah tersimpan di dalam makam misterius berusia sekitar 2.200 tahun tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*