Microsoft PHK Tim Krusial Ini Demi Kalahkan Google

FILE PHOTO: The Microsoft logo is pictured at a service centre in New Delhi, India, April 5, 2018.  REUTERS/Saumya Khandelwal/File Photo

Microsoft melakukan PHK untuk seluruh tim yang mengurus teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam hal etika, tanggung jawab masyarakat, dan keberlanjutan. PHK ini merupakan bagian dari pemangkasan 10.000 karyawan yang diumumkan pada Januari lalu.

Pemangkasan tim etika AI perusahaan dilakukan untuk menanam modal lebih ke OpenAI, perusahaan di balik layanan chatbot ChatGPT. Microsoft berambisi menjadikan Bing sebagai layanan mesin pencari nomor satu dengan menanamkan chatbot canggih.

Keputusan ini mendulang pertanyaan besar, pasalnya tim etika AI selama ini bertanggung jawab untuk memastikan layanan bisa dipertanggungjawabkan secara sosial. Sementara itu, versi baru Bing tengah disoroti lantaran kerap memberikan jawaban aneh dan mengancam bagi pengguna.

Microsoft masih mempertahankan tim AI yang bertanggung jawab untuk kebijakan pemerintah dan menjaga hubungan ke regulator, dilaporkan ThePlatform, dikutip Selasa (14/3/2023).

Pemangkasan tim etika AI terjadi setelah banyak teknanan dari CEO Satya Nadella dan CTO Kevin Scott. Menurut laporan, bos-bos mendesak agar inovasi AI cepat-cepat dirasakan pengguna luas, tanpa memperhatikan dampak sosial jangka panjang.

Pada akhir tahun lalu, kebanyakan tim etika AI ditransfer ke divisi lain. Kini, yang kena PHK adalah sisanya yang masih bertahan. Jumlahnya tak sampai puluhan.

Pengakuan Karyawan Microsoft kena PHK

Menurut salah satu anggota tim yang kena PHK, keputusan Microsoft memperlihatkan bahwa raksasa teknologi itu lebih mementingkan produknya buru-buru diluncurkan untuk menjawab kompetisi yang ketat. Namun, perusahaan tak begitu memikirkan dampak sosialnya di masa depan.

Microsoft sepertinya tak ingin mendengar jawaban ‘tidak’ yang kerap dilontarkan tim etika AI. Semua ini demi pertumbuhan bisnis dan mengalahkan Google.

Microsoft sebelumnya mengatakan bahwa tiap 1% pangsa pasar yang direbut dari Google akan mendatangkan pendapatan tahunan sebesar US$ 2 miliar (Rp 30,7 triliun) bagi perusahaan. Raksasa teknologi itu belum buka suara soal laporan ThePlatform.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*