Ngeri-Ngeri Sedap! Negara Ini Pemegang Kunci Perang Dunia 3

The BrahMos missile takes off from India's main missile testing center in the eastern state of Orissa state, in Balasore district, 230 kilometers (144 miles) from Bhubaneshwar, India, Thursday, Dec. 2, 2010. India on Thursday successfully test-fired the supersonic cruise missile, designed to carry conventional warheads, jointly developed with Russia to fine-tune its ability to hit targets, the defense ministry said. (AP Photo)

China ternyata menjadi “kunci” Perang Dunia 3. Meskipun perang terjadi antara Rusia dan Ukraina saat ini, polisi Beijing disebut bisa tereskalasi sehingga “memanfaatkan konflik”.

Hal ini ditegaskan kolumnis New York Times Thomas Friedman. Ia memperingatkan pada bahwa China dapat mendorong konflik Rusia-Ukraina menjadi “perang dunia sejati”.

Dikutip dari NBC, dia menilai China ingin perang di Ukraina berkepanjangan. Pasalnya itu membuat Amerika Serikat (AS) terikat dan membuat stok persenjataan menipis.

“China akan menyukai Rusia yang lemah yang terpaksa bergantung secara ekonomi pada mereka,” katanya dilansir Newsweek, Senin (6/3/2023).

Namun China tak menginginkan Rusia yang runtuh. Karena itu adalah sinyal yang sangat buruk bagi Taiwan jika Barat dapat menjatuhkan Rusia.

“Jadi, saya pikir China mungkin khawatir tentang itu,” tambahnya.

“Tapi saya pikir Anda tidak bisa melebih-lebihkan betapa pentingnya jika China melakukan itu, maka ini akan menjadi perang dunia yang sebenarnya. Itu memengaruhi setiap pasar global dan kita berada di dunia yang benar-benar baru,” tegasnya.

Komentar ini muncul saat AS menyebut China berpotensi membantu persenjataan Rusia dalam perang dengan Ukraina. Dalam beberapa pemberitaan, disebutkan bagaimana Rusia kini dalam polisi terjepit.

Sebelumnya diketahui, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga mengatakan telah memperingatkan mitranya dari China tentang “konsekuensi serius” jika mendukung Rusia dalam perangnya melawan Ukraina. China, kata dia, seperti bermain dua kaki.

“China mencoba mendapatkan keduanya. Secara terbuka mereka menampilkan diri sebagai negara yang berjuang untuk perdamaian di Ukraina, tetapi kami telah melihat selama beberapa bulan terakhir ini, penyediaan bantuan tidak mematikan yang langsung membantu dan mendukung upaya perang Rusia,” tuturnya lagi seraya mengatakan China sangat mempertimbangkan untuk memberikan bantuan mematikan ke Rusia meskipun belum dilakukan hingga saat ini.

Xi Jinping Bersiap Perang?

Sementara itu, Presiden China Xi Jinping kini disebut sedang bersiap untuk perang. Ini ditegaskan seorang analis, yang muncul di televisi pemerintah Rusia, baru-baru ini.

Xi disebut mempersiapkan perang melawan Barat. Mengutip laman sama, ini juga dipublikasikan Russia Media Monitor, sebuah kelompok yang melaporkan berita, dipublikasi negara.

Pakar China itu bernama Nikola Vaviloc. Ia menyinggung hubungan Beijing dan Washington yang selalu bermusuhan.

Menurutnya Xi sudah mempersiapkan perang sejak menjabat lebih dari satu dekade lalu. Perlu diketahui Xi menjadi Presiden China 14 Maret 2013.

“Sejak berkuasa, kamerad Xi telah bersiap untuk perang,” kata Vavilov.

“Dia memberi perintah untuk mempersiapkan pasukan yang mampu memenangkan perang. Xi Jinping tidak meragukan rencana orang Amerika,” tegasnya.

Anggaran ‘Perang’ China Naik 3 Ribu T

Sementara itu, Kementerian Keuangan China menegaskan akan meningkatkan pengeluaran pertahanan tahun ini sebesar 7,2% menjadi 1,56 triliun yuan (Rp 3.436,2 triliun), Minggu. Anggaran pertahanan China tumbuh 7,1% tahun lalu menjadi 1,45 triliun yuan.

Menurut data resmi, ini lebih cepat dari kenaikan 6,8% pada 2021 dan kenaikan 6,6% pada 2020. Pada 2019, belanja pertahanan China naik 7,5% menjadi 1,19 triliun yuan.

Ini disebut “langkah tegas untuk menentang kemerdekaan Taiwan'” sambil tetap berpegang pada seruan Beijing untuk “reunifikasi damai”. Taiwan adalah pulau dengan pemerintahan sendiri yang diperintah secara demokratis namun diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.

Perlu diketahui AS adalah pendukung utama Taiwan. Mengutip CNBC International, pemerintah AS pada Desember mengesahkan pengeluaran pertahanan lebih dari US$800 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir pada 30 September 2023, bukan Hanna inflasi domestik, tapi juga melawan kemampuan militer China.

“Itu jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya,” tulis media itu.

Menurut data Kementerian Keuangan, pada tahun fiskal 2022, AS membelanjakan US$767 miliar atau 12% dari anggarannya untuk pertahanan nasional. Itu sekitar 2% lebih banyak dari US$755 miliar yang dihabiskan pada tahun 2021.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*