Sinyal Semakin Kuat! Harga BBM Non-Subsidi Naik Besok?

Sinyal Semakin Kuat! Harga BBM Non-Subsidi Naik Besok?

Harga BBM Terbaru Sudah Resmi BerlakuHarga baru Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi terancam naik mulai besok, 1 Oktober 2023. Hal ini dengan mempertimbangkan lonjakan harga minyak mentah dunia sepanjang September.

Sebagai catatan, https://rumahkasterbaik.store/ PT Pertamina sudah mengerek BBM non-subsidi jenis tertentu sejak Juli tahun ini menyusul harga minyak mentah dunia yang terus melonjak.
Pada September, Pertamina bahkan mengerek harga BBM non-subsidi untuk semua jenis mulai dari Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Dex, Dexlite, hingga Pertamax Green 95.

Merujuk Refinitiv pukul, harga minyak mentah jenis brent ditutup di posisi US$ 95,34 /barel pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (29/9/2023). Sementara itu, harga minyak WTI ada di posisi US$ 90,78 per barel.

Kendati sudah melandai dibandingkan Kamis tetapi harganya masih berkutat di level tertinggi sejak awal November 2022 atau tertinggi dalam 10 bulan lebih.

Harga minyak mentah terbang setelah pada awal September ini Arab Saudi memutuskan akan memangkas produksi sebesar 1 juta barel per day (bpd) secara sukarela hingga akhir tahun ini.

Pemangkasan tersebut akan mengurangi produksi minyak hingga 9 juta pbd pada Oktober, November, dan Desember.Rusia juga akan memperpanjang pemangkasan sukarela sebesar 300.000 hingga Desember 2023.

Rusia bulan ini juga untuk sementara waktu melarang ekspor bensin dan solar ke semua negara di luar empat negara bekas Uni Soviet yang akan berlaku segera guna menstabilkan pasar dalam negeri, menurut pemerintah pada hari Kamis kemarin.

Larangan tersebut tidak berlaku untuk bahan bakar yang dipasok berdasarkan perjanjian antar pemerintah kepada anggota Uni Ekonomi Eurasia yang dipimpin Moskow, yang meliputi Belarus, Kazakhstan, Armenia dan Kyrgyzstan.  Kebijakan pengetatan yang bertubi-tubi membuat harga minyak terus terbang.

Rata-rata harga minyak brent berada di angka US$ 92,45 per barel sepanjang September 2023, lebih tinggi dibandingkan Juli yang tercatat US$ 85,14/barel.

Rata-rata harga minyak WTI berada di angka US$ 89,13 per barel pada September 2023, lebih tinggi dibandingkan Juli yang tercatat US$ 81,36 /barel.

Sebagai catatan, pemerintah sendiri menaikkan harga BBM berdasarkan formulasi tertentu.

Keputusan Menteri ESDM Nomor 19 K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak menjelaskan formula harga menggunakan rata-rata harga publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS) dengan satuan USD/barel periode tanggal 25 pada 2 bulan sebelumnya sampai dengan tanggal 24, 1 bulan sebelumnya untuk penetapan bulan berjalan.

Merujuk Refinitiv, rata-rata harga minyak brent pada dua bulan terakhir (September-Agustus 2023) adalah sebesar US$ 88, 80 /barel. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan pada dua bulan sebelumnya (Agustus-Juli 2023) sebesar US$ 82,67 per barrel.

Sementara itu, rata-rata harga minyak WTI pada dua bulan terakhir (September-Agustus 2023) adalah sebesar US$ 85,24/barel.

Harga tersebut lebih rendah dibandingkan pada 2 bulan sebelumnya (Agustus-Juli 2023) sebesar US$ 78,56 per barrel.

Selain harga minyak yang melonjak naik, kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamina bisa disebabkan oleh melemahnya nilai tukar rupiah. Rata-rata nilai tukar rupiah pada September 2023 tercatat Rp 15.354/US$1, lebih lemah dibandingkan pada Agustus yakni Rp 15.238/US$1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*